Sebelumnya Saya ceritakan Sejenak sejarah saya jadi melekat dengan Bank BNI syariah. Bank ini begitu melekat dan familiar dengan siahmad.com. Walaupun bukan Bank pertama yang saya gunakan, namun sampai sekarang di bank inilah saya punya rekening utama. Semuanya berawal sejak masa SMA, di mana ada tim khusus dari Bank BNI yang menawarkan pembukaan rekening tabungan untuk murid-murid SMAN 4 Banda Aceh. Entah ada iming-iming apa sebagai bonus, saya sudah lupa, yang saya ingat ada banyak siswa yang ikut buka rekening baru saat itu.

Baca Juga : Deposito 20 Juta di BNI Syariah, ini yang didapatkan

Sampai saat ini sudah 5 tahun lebih saya tidak mengetahui kabar tabungan tersebut, sepertinya sudah tidak aktif lagi. Semenjak kartu ATMnya habis masa berlaku saya jadi tidak peduli lagi, Karena untuk perbaharui ATM harus ada orang tua. :'( repot harus datangkan orang tua yang bekerja. Jadi karena hal tersbut saya membuka rekening baru lagi di Bank BNI Syariah dan memilih akad wadiah. Tentu saja pakai KTP sendiri! Yeaay..waktu terus berlanjut hingga akhirnya sudah lama sekali saya menjadi nasabah yang taat dan loyal Menabung di BNI Syariah. Jadi dari pengalaman ini ada beberapa hal yang ingin saya tulisakan. Baik kelebihan dan kekurangannya.

BNI Syariah

Kelebihan BNI Syariah

Berikut ini beberapa Kelebihan yang didapatkan ketika Punya Tabungan di Bank BNI Syariah, diantaranya:

  • Tanpa potongan dan bunga
    Rekening tanpa potongan dan tanpa uang tambahan (bunga) bisa didapatkan pada tabungan Syariah akad Wadiah. Jadi uang kita stabil tidak bertambah dan tidak pula berkurang. Lain halnya kalau buka akad mudharabah. Kita akan dikenakan potongan biaya sebesar Rp.5000 rupiah setiap bulannya, namun kita juga mendapat bagi berdasarkan nilai persentase yang telah ditentukan (Baca Juga : Tabungan 100 Juta, ini bagi hasil yang didapatkan di tabungan Mudharabah BNI Syariah)
  • Gratis Transfer antar ke BNI Konvensional maupun sebaliknya
    Ini salah satu hal yang paling saya sukai. Kita tahu kalau BNI merupakan bank plat merah yang tersebar luas di mana-mana. Pokoknya salah satu yang populer dan favorit di Indonesia. Nah ketika menggunakan BNI Syariah, perlakuan dalam hal transfer sama persis dengan BNI Konvensional. Jadi ketika hendak transfer atau menerima uang, kita cukup berikan kode ataupun berikan info bahwa kita juga menggunakan bank BNI. walaupun sebenarnya BNI Syariah. Ketika saya tanyakan ke salah satu Customer service, kenapa bisa gratis ya? Katanya Insfrastruktur BNI Syariah masih nebeng ke BNI konvensional, sehingga masih keduanya masih menyatu. Lain halnya dengan Bank Mandiri Syariah.
  • Leluasa pakai ATM BNI
    Karena keduanya dari induk yang sama dan kabarnya masih nebeng infrastruktur, hal ini tentu memudahkan pengguna Bank BNI Syariah bertransaksi di mana saja tanpa biaya di ATM bank BNI yang tersebar luas di berbagai wilayah.
  • Dapat internet banking dan mobile banking
    Internet banking menjadi fitur yang paling sering saya gunakan. Di Sinilah saya melakukan transfer, cek pemasukan, pantau mutasi rekening hingga bayar tagihan. Semua masih nebeng ke BNI. Baca juga : Cara bayar indihome via internet banking (Bank BNI)
  • Bisa nabung/tarik tunai di Kantor Cabang BNI
    Punya tabungan di BNI Syariah, kamu bisa leluasa tarik tunai ataupun menabung di berbagai cabang BNI Konvensional. Namun siahmad.com tidak mengetahui apakah  di kantor cabang BNI syariah bisa melakukan hal yang sama terhadap BNI Konvensional. Jika kalian mengetahuinya mohon update di kolom komentar ya.
  • Dapat kartu debit
    Walaupun bukan keunggulan spesial, namun saya masukkan saja. Hal ini tentu menjadi suatu pertimbangan ketika membuka rekening. di BNI Syariah kita bisa mendapatkan kartu debit tanpa biaya potongan bulanan (tidak seperti bank Mandiri Syariah). Lalu kartunya bisa dicustomize menggunakan nama atau tidak.
  • Jika ada lagi nanti akan diupdate lagi

Kekurangan Punya Tabungan di Bank BNI Syariah

  • Kantor cabang belum sebanyak BNI Konvensional
    Kekurangan ini berdampak pada sulitnya melakukan pengurusan jika nasabah mengalami masalah. Termasuk juga sulit membuka rekening baru. Hal ini dapat dimaklumi karena konevnsional lebih senior atau duluan ada ketimbang BNI Syariah. Kita doakan saja semoga bank Syariah di Indonesia dapat unggul dan mendominasi bank-bank di Indonesia serta tentu saja menjadi benar-benar syariah.
  • Nilai Uang Terus Berkurang
    Uang kita tidak bertambah dan tidak berkurang, akhirnya nilainya tergerus oleh inflasi. Beginilah resiko menbabung ‘uang’ seluruh dunia. Jika kita menilik ke jauh belakang, asal mula bank dan tabungan mulai menyimpang semenjak tidak dibackup oleh nilai emas. pokonya panjang ceritanya hingga beginilah sekarang, sistem keuangan benar-benar rusak.
  • Diupdate lagi kalau muncul ide

*Semua tulisan di atas merupakan opini dan pengalaman pribadi. Jika terdapat kekeliruan mohon dikoreksi melalui kolom komentar. Terima Kasih (30 April 2017)

Apa Tanggapan Anda? Silahkan tulis di kolom komentar

komentar